Tentang DQA

Dayah Darul Quran Aceh merupakan dayah baru terbentuk pada akhir tahun 2016. Selanjutnya disingkat DQA. Dayah ini berdiri di atas tanah waqaf seluas ± 7 hektar, dalam proses belajar mengajar menerapkan kurikulum terpadu, antara kurikulum Pesantren Modern, Dayah Salafiah, dan kurikulum Dinas Pendidikan Nasional setingkat SMP, dengan sistem asrama 3 tahun. Saat ini Dayah Darul Quran Aceh memiliki 66 santri putra yang berasal dari Aceh, Jakarta dan Malang, sebagai angkatan pertama.

Program Unggulan:

  1. Hafal Al-Quran 30 Juz.
  2. Program tahfiz berupa kegiatan menghafal dan menyetorkan hafalan oleh santri kepada musyrif atau guru halaqah. Kegiatan setoran hafalan ini meliputi setoran hafalan baru, hafalan lama atau muraja’ah, dan talaqqi persiapan hafalan. Program tahfiz berlangsung sejak santri dinyatakan lulus dari program tahsin dan berakhir saat santri tidak lagi menjadi santri di Darul Quran Aceh. Target hafalan tahunan minimal bagi setiap santri DQA sebanyak 5 juz dan target maksimal tidak dibatasi.
  3. Berakhlaq Mulia.
  4. Akhlak ialah salah satu faktor yang menentukan derajat keislaman dan keimanan seseorang. Akhlak yang baik adalah cerminan baiknya aqidah dan syariah yang diyakini seseorang. Buruknya akhlak merupakan indikasi buruknya pemahaman seseorang terhadap aqidah dan syariah.

    ”Paling sempurna orang mukmin imannya adalah yang paling luhur aqidahnya.” (HR.Tirmidi).

    ”Sesungguhnya kekejian dan perbuatan keji itu sedikitpun bukan dari Islam dan sesungguhnya sebaik-baik manusia keislamannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR.Thabrani).

    Kurikulum Darul Quran Aceh berusaha membentuk dan melahirkan santri yang berakhlak mulia.
  5. Berwawasan Islami.
  6. Memahami Islam secara komprehensif (menyeluruh) dalam berbagai aktifitas kehidupan harian. Islam adalah agama yang mengatur seluruh dimensi kehidupan guna mencapai kebahagian di akhirat. Santri belajar mengenal, memahami dan mengaplikasikan Islam dalam praktek keseharian serta mampu merespon masalah kehidupan dalam sudut pandang Islam.
  7. Mampu Berbahasa Arab.
  8. Pendidikan bahasa Arab merupakan ilmu pendukung utama untuk memudahkan santri mempelajari, memahami, mengamalkan dan menghafal Al Quran. Pendidikan bahasa Arab diajarkan oleh guru-guru yang handal, lulusan Sudan dan Mesir. Selama di Dayah Darul Quran Aceh, Santri dibiasakan setiap hari untuk saling berkomunikasi dengan guru dan sesama teman dengan bahasa Arab.
  9. Mampu Berbahasa Inggris.
  10. Pendidikan bahasa Inggris merupakan ilmu pendukung utama untuk menjadikan santri Darul Quran Aceh bisa berkomunikasi dengan dunia luar. Santri Darul Quran Aceh harus mampu menjelaskan Al Quran dengan bahasa Inggris sehingga mereka bisa menyampaikan Al Quran dengan menggunakan bahasa komunikasi utama di tingkat Internasional.
  11. Mempunyai Kopetensi Akademik Yang Handal.
  12. Kurikulum yang disusun di Darul Quran Aceh adalah untuk melahirkan sumber daya insani santri yang mempunyai kompetensi Akademik diberbagai bidang kajian, baik sains dan agama dengan tetap menjadi seorang hafizh Al Quran. Seorang hafizh bukan hanya menjadi ulama akan tetapi bisa menjadi dokter, teknokrat, sainstis dan ilmuwan. Sedangkan didada mereka telah tertanan Al Quran yang mendorong mereka menjadi muslim paripurna. Porgram penjurusan ini diawali dengan asesemen psikologi yang akan dilakukan di kelas III SMP Dayah Darul Quran Aceh.

Kekhasan DQA:

  1. Berada di lokasi yang cukup strategis.
  2. Sistem dan program yang melahirkan para santri yang mampu menghafal Al-Qur’an 30 juz serta memiliki akhlak dan karakter yang baik.
  3. Menghafal Matan Aljazariah dengan sanad.
  4. Penanaman nilai-nilai Islami (Aqidah, Ibadah dan Akhlak ) yang terintegrasi dalam kegiatan dan program sehari-hari.
  5. 1 halaqah tahfidz Al-Qur’an maksimal berjumlah 12 orang santri yang diasuh oleh 1 orang guru tahfidz yang memiliki hafalan Al-Qur’an 30 juz.
  6. 1 kamar ditempati 8 – 10 santri dan diasuh oleh 1 orang ustadz.
  7. Kualifikasi guru-guru tahfizh, kepesantrenan dan tenaga pendidikan yang memiliki kompetensi di bidangnya.
  8. Dewan Guru yang Handal didatangkan dari Aceh dan luar Aceh.
  9. Program Mentoring/Halaqoh Tarbawiyah.

Pendidik dan Pembina:

Tanaga pendidik dan dewan guru berasal dari Universitas dalam dan luar negeri Seperti, Universitas Al-Azhar Mesir, Islamic University of Madinah, UKM Malaysia, USM Malaysia, Khartoum International Institute For Arabic Language Sudan, Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta, UNSYIAH Banda Aceh, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Ma’had Aly An-Nu’aimy dan Instruktur Bahasa Inggris dari Kampung Inggris Pare.